CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Dua Petani Desa Pagar Batu Tewas Dan Dua Kritis Akibat Konflik Agraria

CORONG – SUMSEL ­čöŐ Puluhan aktivis agraria dari berbagai macam organisasi di Sumatera Selatan, yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Sumsel Darurat Agraria, pada 23/03/20 berkumpul di cafe Kopinian, Sekip Palembang untuk memberikan statement dalam konfrensi pers terkait konflik agraria yang terjadi di desa Pagar Batu Kabupaten Lahat beberapa hari yang lalu.

Dalam konfrensi pers tersebut, perwakilan Koalisi Rakyat Sumsel Darurat Agraria yang hadir seperti Ketua DPW PRD Sumsel, Jay Marta, Ketua Komite Reforma Agraria Sumsel, Dedek Chaniago dan Edi Susilo dari Serikat Tani Nasional Wilayah Sumsel serta Rubi Indiarta Aktivis Sumsel dan yang lainnya.
Dalam keterangannya mereka menjelaskan bahwa telah terjadi penggusuran secara paksa petani di desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, Sumatera selatan oleh PT. Arta Prigel yang merupakan anak perusahaan PT. Bukit Barisan Indah Group.

Penggusur paksa terhadap petani ini dilakukan perusahaan dan dibantu oleh security perusahaan, preman sewaan serta aparat kepolisian. Dalam penggusuran tersebut menyebabkan dua petani tewas ditempat yakni Suryadi (40) dan Putra Bakti (35) serta dua orang lainnya, Sumarlin (38) dan Lion Agustin (35) yang dirawat dirumah sakit yang kesemuanya luka akibat bacokan senjata tajam.

Perlu diketahui bahwa saat ini lebih dari 50% telah terjadi konflik agraria di Sumatera Selatan yang belum terselesaikan dan sering kali perusahaan melakukan penggusuran secara paksa kepada masyarakat, yang mana hal ini menunjukan wajah buruk terhadap penyelesaian konflik agraria itu sendiri. Dan sangat disayangkan dari kejadian di desa Pagar Batu Kabupaten Lahat tersebut memberikan daftar panjang konflik antara petani dan perusahaan.

Dari Konfrensi pers ini, Koalisi Rakyat Sumsel Darurat Agraria mengeluarkan statemen pernyataan dengan tuntutan kembalikan tanah rakyat Pagar Batu, Lahat yang telah dirampas, mengutuk keras dan mengusut tuntas pembunuhan petani desa Pagar Batu, Lahat serta berantas mafia tanah, dan laksanakan reforma agraria serta hentikan kriminalisasi petani dan pejuang tani.

Tuntutan ini akan diteruskan kepada Bapak Presiden RI, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK dan DPR RI, Komnas Ham serta Gunernur Sumsel, Kapolda dan BPN Sumsel. Dengan harapan konflik agraria ini dapat terselesaikan dan petani mendapatkan kembali hak-haknya. ┬░(afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *