CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

FBI melawan Dan Buruh PT Mardec Musi Lestari Mogok Kerja

CORONG – BANYUASIN ­čöŐ Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Cabang Banyuasin dari organisasi Federasi Buruh Indonesia atau (FBI) beserta beberapa perwakilan buruh PT. Mardec Musi Lestari yang tergabung didalamnya melakukan konferensi pers di cafe Warkop Bang Edi,PTC palembang, 24/03/20.

Konferensi pers tersebut dilakukan terkait Aksi Mogok Kerja buruh PT. Mardec Musi Lestari yang dilakukan pada hari itu juga, selain itu mogok kerja ini dilakukan karena melihat perkembangan situasi nasional yang tidak memungkinkan untuk melakukan aksi massa ditengah isu virus corona.

Aksi mogok kerja buruh ini disebabkan karena adanya perjanjian-perjanjian bersama antara buruh yang diwakili oleh Federasi Buruh Indonesia bersama PT. Mardec Musi Lestari yang dinilai oleh buruh tidak dijalankan secara kooperatif dan baik dalam penerapan hasil perjanjian tersebut seperti melarang buruh untuk melakukan aksi atau menyampaikan hak di muka umum.

Dalam pernyataannya Sekretaris DPC FBI Kabupaten Banyuasin, Heriyadi SH mengatakan dari kesepakatan perjanjian bersama yang pertama ternyata tidak dijalankan sepenuhnya oleh perusahaan sehingga pada tanggal 26/9/19 terjadi lagi kesepakatan bersama yang kedua tetapi tetap saja pihak perusahaan tidak menjalankan apa yang sudah disepakati dalam perjanjian yang menghasilkan tujuh point itu. Sehingga pada 13/2/20 mogok kerja pertama dilakukan oleh buruh terhadap perusahaan PT. Mardec sebagai bentuk perlawanan FBI dalam memperjuangkan hak-hak buruh yang telah diatur dalam UU No 13 Tahun 2003, tetapi pihak perusahaan malah mengeluarkan surat dalam bentuk larangan mogok kerja dan akan memberikan peringatan serta tidak akan membayar upah bagi buruh yang ikut mogok kerja.

Seperti diketahui, pada 17/02/20 terjadi mediasi antara PT. Mardec Musi Lestari dan FBI beserta buruh yang dilakukan oleh Bupati Banyuasin, yang menghasilkan delapan point kesepakatan perjanjian bersama dengan masa berlaku tempo perjanjian sampai 28/02/20.

Heriyadi kembali mengatakan “dari perjanjian itu, sampai pada tanggal habis berlakunya perjanjian ternyata perusahaan tidak sepenuhnya menjalankan perjanjian itu, sehingga pada hari ini kita mogok kerja atas penolakan semua klaim atas apa yang sudah dijalankan perusahaan atas perjanjian tersebut”.

Dalam melakukan mogok kerja ini, sebanyak kurang lebih 150 orang buruh ikut tergabung didalamnya dari sekitar kurang lebih 400 orang buruh yang bekerja di perusahaan PT. Mardec Musi Lestari.

Selain itu, Andreas OP selaku ketua DPW Sumsel, Federasi Buruh Indonesia mengatakan “saya berharap dari aksi mogok kerja ini supaya pihak GAPKINDO harus terlibat aktif dalam permasalahan ini karena beberapa perusahaan yang bernaung dibawah GAPKINDO ini bertindak nakal”.

Dalam tuntutannya FBI berharap tentang status karyawan bagi buruh yang SK nya belum dikeluarkan perusahaan, stop intimidasi bagi kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Perusahaan harus menjalankan semua perjanjian bersama yang telah disepakati bersama, perusahaan harus menerapkan UU No.13 Tahun 2003, PP 78 tahun 2015, UU No.21 Tahun 2000. Serta meminta Bupati Banyuasin menindaklanjuti perusahaan yang telah melanggar perjanjian bersama. (afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *