CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Menag Jadi Narsum Dialog Penguatan Moderasi Beragama – PosKita

CORONG #Menag #Jadi #Narsum #Dialog #Penguatan #Moderasi #Beragama #PosKita,

Palembang, Poskita.id – Menteri Agama RI KH. Yaqut Cholil Qoumas menjadi salah satu narasumber dialog (talkshow) “Penguatan Moderasi Beragama”, Senin (24/5) usasi peresmian Studio Inmas Kanwil Kemenag Sumsel.

Gus Menteri, sapaan akrab Menteri Agama, mengaku kagum dengan adanya studio mini televisi di Kanwil Kemenag Sumsel. Menurutnya, hal ini bisa dijadikan prototipe atau model bagi Kantor-Kantor Kementerian Agama lainnya di Indonesia.

“Terus terang saya terkejut saat masuk ke sini. Dari beberapa Kanwil Kementerian Agama yang sudah saya kunjungi, baru saya temui ada studio mini televisi seperti ini di Kanwil Sumsel. Saya pikir ini harus menjadi prototipe dan model bagi kantor-kantor kementerian lain, bagaimana kita harus beradaptasi dengan teknologi, beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sehingga dakwah-dakwah yang kita sampaikan, dakwah-dakwah moderatisme, dakwah moderasi beragama, dakwah wasatiyah, dan seterusnya. Terutama dakwah terkait kerukunan umat beragama bisa lebih cepat tersampaikan kepada publik dengan akurat,” puji Gus Menteri.

Sementara itu, saat menjadi narasumber Talkshow, Gus Menteri yang didampingi Kakanwil Kemenag Sumsel Dr Drs H Mukhlisuddin SH, MA memaparkan tentang konsep penguatan moderasi beragama. Menurutnya, yang dimaksud moderasi beragama adalah perilaku orang beragama yang dimoderasikan, tidak ekstrim ke kanan maupun ekstrim ke kiri.

“Jadi, dia harus berada di tengah. Memang posisi di tengah itu tidak mudah, pasti sulit. Ketika yang lain bergeser ke kiri sedikit saja, kita sudah berada di kanan. Sebaliknya apabila yang lain bergeser ke kanan sedikit, kita sudah ada di kiri. Karenanya, term yang kita ambil adalah penguatan. Saya tahu dan saya meyakini, bangsa Indonesia dalam beragama sudah cukup moderat. Buktinya, meski banyak agama dan banyak perbedaan, sampai hari ini bangsa kita masih kuat, kokoh, dan disegani bangsa-bangsa lain,” beber Gus Menteri.

Ia juga menambahkan, gelombang globalisasi terutama terkait dengan teknologi informasi saat ini begitu deras dan kuat. Masyarakat seringkali terlena dan memakan informasi-informasi dari luar yang tidak melalui proses saring sehingga mempengaruhi cara pandang dan cara bersikap dalam beragama. “Kita ingin kembalikan lagi, kita mau perkuat lagi, kembali ke sikap awal bangsa Indonesia. Sehingga Indonesia yang majemuk ini bisa terjaga persatuan dan kesatuannya,” kata dia.

Sedangkan Kakanwil sendiri mengaku bersyukur, kondisi kerukunan umat beragama di Sumsel saat ini sangat kondusif. Tidak ada konflik yang mengarah pada perpecahan dan mengganggu persatuan.

“Alhamdulilah, Allah SWT selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya. Di Sumatera Selatan yang heterogen dengan berbagai agama dan suku ini, kerukunan umat beragama dapat terjaga dengan baik,” tutur Mukhlisuddin. (red)

. © Menag Jadi Narsum Dialog Penguatan Moderasi Beragama – PosKita 2021-05-24 22:21:06 # adindum

KOMENTAR