CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Diskusi hari kedua makin ramai, masyarakat bangga atas kinerja kesbangpol

Suasana ruang Atiyasa Convention Center nampak ramai oleh penggiat Forum Pembauran Kebangsaan kota Palembang, Terlihat hadir Drs Muhammad Fauzi M.Si selaku narasumber dari BAKESBANGPOL Provinsi Sumatera Selatan dalam acara Dialog dan Diskusi Pembauran yang dilaksanakan oleh BAKESBANGPOL Kota Palembang, Rabu, 6 Nopember 2019.

Dalam paparannya, Drs Muhammad Fauzi MSi menerangkan bahwa, Forum pembauran kebangsaan adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan dan memelihara serta mengembangkan pembauran kebangsaan.  

” Faktor pendorong terwujudnya pembauran kebangsaan antara lain ; semangat cinta tanah air,supremasi hukum, kualitas pendidikan, kesejahteraan, patriotisme dan nasionalisme, serta gotongrotong dan kerjasama masyarakat” tuturnya.  

Selanjutnya, Penyelenggaraan pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai Ras, suku, etnis, melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku, dan etnis masing masing dalam kerangka negara kesatuan republik indonesia. 

Ia menambahkan, Sebagai anggota Forum Pembaruan Kebangsaan, kita memiliki beberapa tugas, diantaranya ;  Menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembaruan kebangsaan, Menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan ormas pembaruan kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat. Menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan bembauran kebangsaan. Merumuskan rekomendasi kepada pemimpin wilayah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembauran kebangsaan.  

Pada sela sela diskusi, Hendra satryawan ketika diminati keterangan wartawan Corong, sebagai peserta diskusi dan  selaku tokoh masyarakat, ia mengatakan ” Kegiatan diskusi dan dialog yang diFasilitasi KESBANG ini sangat bagus, dan saya sangat bangga atas kinerja kesbang kota ini, saya mengacungkan jempol untuk jajaran KESBANG, karena dengan adanya pertemuan di atiyasa ini dapat terjalinnya silaturahmi antar tokoh masyarakat se kota Palembang, dan dengan adanya silaturahmi hari ini kedepan kita dapat berkomunikasi saling berbagi kabar situasi di wilayah kecamatan masing masing dengan harapan mendapatkan solusi atas masalah masalah yang terjadi”. 

Menurutnya, pembauran adalah berbaur, berbaur itu bercampur, bercampur dalam arti bersatunya semua masyarakat yang berasal dari berbagai elemen, suku, ras, agama, dan antar golongan di kota Palembang untuk mengamankan dan mempertahankan zero konflik di kota Palembang. 

  Di Palembang ini, yang saya tahu tidak sedikit warga Cina, dan agama Budha, Kristen dan lainnya,  Saya berharap acara seperti ini tidak dilaksanakan sekali saja, tapi alangkah lebih baiknya jika dilaksanakan secara rutin, misalnya setiap bulan atau 3 bulan sekali, agar kita tidak lupa dan juga untuk tetap mempertahankan dan memelihara persatuan dan kesatuan ini” katanya.  

Sementara itu, Dra. Hj. Radiostuti, MM, mengungkapkan  bahwa Masyarakat kota Palembang terdiri dari kebhinekaan Ras, Suku dan Agama yang tersebar dari Hulu dan Hilir kota, keanekaragaman ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia, Kebhinekaan ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.  Berdasarkan Keanekaraagaman kami berupaya ingin menciptakan suatu pembauran dimasyarakat agar tetap terjaganya rasa persatuan guna terciptanya kerukunan dan zero konflik di Palembang ini, oleh sebab itu kami menjembatani masyarakat dengan diadakannya forum diskusi ini. ” tuturnya. 

  Pada Kegiatan diskusi hari kedua ini, kami telah mengundang beberapa perwakilan dari 6 kecamatan, meliputi : Kecamatan Kemuning, Kecamatan Kalidoni, Kecamatan Kertapati, kecamatan Ilir Timur 2, Kecamatan Ilir Timur 3, Seberang Ulu 1, dan Kecamatan Jakabaring, alhamdulillah terlihat mereka banyak yang hadir. ” ungkapnya.  

Kami berharap pada akhir acara kegiatan besok, kami mampu mencetak lebih dari 600 pelopor penggiat pembauran dan semoga dengan adanya kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman tentang arti Pancasila dan semoga dapat mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari hari “. tambahnya. ( Yu2 )

KOMENTAR