CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Perluas Bisnis, Inocycle Technology Group Beli Aset Senilai Rp 75 miliar

Jakarta, Beritasatu.com – PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) melakukan pembelian aset berupa tanah, bangunan beserta isinya senilai Rp 75 miliar. Aksi ini dilakukan untuk memperluas bisnis perseroan.

Direktur Keuangan Inocycle Technology Group Yoon Chong Hyun menjelaskan, perseroan membeli sejumlah lahan milik PT Hilon yang merupakan perusahaan induk dan juga pihak pertama. Dalam transaksi ini Inocycle melakukan tiga transaksi jual beli.

Pertama, yakni sebidang tanah seluas 39,640 meter persegi beserta bangunan serta perlengkapanya yang terdiri dari satu set mesin washing, carded fiber dan homeware. Aset ini berlokasi di Gowa, Sulawesi Selatan.

Kemudian, satu lahan dan bangunan yang memiliki luas 36,973 meter persegi, pada transaksi ini gedung dan satu set mesin thermal bonding dan line GW menjadi milik perseroan. Adapun lokasi aset ini berada di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

“Terakhir, perseroan membeli lahan seluas 2000 meter persegi yang terletak di Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/2/2021).

Adapun, jual beli atas aset tersebut dilakukan dan disetujui dengan harga meningkat kedua pihak sebesar Rp 75,63 miliar yang belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10%.

Yoon Chong Hyun mengatakan, aksi ini dilakukan lantaran perseroan saat ini belum memiliki pabrik Re-PSF dan tekstil non-woven di Sulawesi. Sebelumnya perseroan kesulitan memenuhi permintaan produksi karena sebagian besar bahan baku harus dipasok dari Jawa melalui transportasi laut, yang juga menjadi beban bagi perseroan.

“Jaringan produksi dan penjualan kami saat ini terbatas hanya di Jawa dan Sumatera. Dengan pembelian ini kami berharap dapat memperluas pasar dan mempertahankan dominasi pasar lokal di Makassar, kota terbesar di Sulawesi,” ujarnya.

Adapun sebelumnya, Inocylce terus melakukan efisiensi usaha di masa pandemi, salah satunya yakni dengan merilis aplikasi Plasticpay milik anak usaha PT Plasticpay Teknologi Daur Ulang.

Aplikasi tersebut diluncurkan bertujuan untuk mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat Indonesia dalam melihat sampah botol plastik dengan memanfaatkan digitalisasi, terutama untuk segmen millennial.

Untuk diketahui, PlasticPay meluncurkan kampanye “Tukar Botol, Dapat Poin” di mana tiap individu yang mengumpulkan sampah botol plastik melalui aplikasi tersebut dan mendapatkan imbalan berupa poin yang kemudian dapat diuangkan, ditukar menjadi kupon diskon, bahkan dapat didonasikan.

Direktur INOV, Victor Choi memaparkan, sejak diluncurkan pertama kali pada Juli 2019 hingga Oktober 2020 lalu, PlasticPay sudah berhasil mengumpulkan 3.904 kilogram atau 245.952 buah sampah botol plastik.

Dengan demikian, perseroan dapat lebih mudah dalam mengumpulkan bahan baku plastik yang sejauh ini masih dilakukan secara tradisional yaitu melalui pengepul.

“Secara jumlah memang masih kecil karena masih dalam tahap pengembangan, oleh karenanya pengembangan PlasticPay oleh perseroan terus didorong agar sampah botol plastik yang terkumpul semakin banyak,” pungkasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *