CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berat di Ongkos, Butuh Nyaris Rp6.000 Triliun!

Indonesia membutuhkan realisasi investasi antara Rp5.817,3-5.912,1 triliun. Hal ini agar pertumbuhan ekonomi pada 2021 bisa mencapai 5,5%.

Sebagai catatan, realisasi investasi pada 2020 hanya mencapai Rp 4.897,78 triliun karena pertumbuhan ekonomi terkontraksi. Jumlah tersebut minus 4,95% dari realisasi investasi pada 2019.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan dibutuhkan tambahan investasi sebesar Rp 919,52-1.014,32 triliun dari pendapatan di 2020 agar ekonomi dapat tumbuh di kisaran 4,5-5,5%.

“Dibutuhkan pendanaan sekitar Rp 5.817,3-5.912,1 triliun. Investasi pemerintah menyumbang sekitar 5,0-1,7% dari total kebutuhan investasi, sehingga diperlukan investasi dari non-pemerintah,” ujar dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: Kabar Buruk soal Ekonomi Indonesia, Tolong Tabah Dengarnya: Indonesia Bisa Saja Gagal…

Menurut dia, Indonesia tak bisa terlalu mengharapkan investasi pemerintah yang secara share porsinya tak banyak. Begitu pula dengan investasi perusahaan BUMN, dengan porsi 4,9-8,1%.

“Di sisi lain, porsi investasi pihak swasta memiliki share antara 84,7 hingga 90,1%,” imbuhnya.

Dia mencontohkan angka pertumbuhan ekonomi 2020 Indonesia yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 2,07 persen, yang tak jauh dari perkiraan yang dikeluarkan Kementerian PPN/Bappenas dalam pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pada November 2020.

“Untuk pertama kali sejak krisis (ekonomi 1998) Indonesia mengalami kontraksi dengan pertumbuhan ekonomi minus 2,07 persen. Angka ini sangat dekat sekali dengan proyeksi Bappenas. Proyeksi Bappenas adalah minus 2,0 persen,” tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

MAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *