CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Rentetan Peristiwa Sebelum Kudeta Gagal di Haiti


Port-au-Prince

Klaim adanya upaya kudeta disampaikan Presiden Haiti, Jovenel Moise, saat masa jabatannya menjadi perselisihan sengit. Bahkan para demonstran sampai turun ke jalanan untuk memprotes Moise yang enggan mengakhiri masa jabatannya.

Seperti dilansir BBC dan Anadolu Agency, Senin (8/2/2021), para demonstran turun ke jalanan ibu kota Port-au-Prince dan beberapa kota lainnya pada Minggu (7/2) waktu setempat, untuk menuntut Moise mundur. Aksi protes diwarnai bentrokan dengan polisi, yang menembakkan gas air mata ke arah para demonstran.

“Kami tidak bisa menerima bahwa Jovenel Moise melanggar konstitusi negara,” tegas salah satu demonstran, Etienne Jean Daneil.

“Kami menuntut agar konstitusi dihormati,” imbuhnya.

Perselisihan soal akhir masa jabatan Moise ini berawal dari dua interpretasi berbeda soal Konstitusi Haiti dan lamanya masa jabatan presiden. Para pemimpin oposisi menyerukan Moise untuk mengundurkan diri karena masa jabatannya berakhir pada 7 Februari 2021.

Namun Moise bersikeras bahwa masa jabatannya baru berakhir pada Februari 2022 mendatang.

“Pemerintahan saya menerima mandat konstitusional dari rakyat Haiti selama 60 bulan. Kita telah menjalani 48 (bulan) di antaranya. Masa 12 bulan selanjutnya akan dikhususkan untuk mereformasi sektor energi, melakukan referendum, dan menyelenggarakan pemilu,” sebut Moise dalam pernyataan via Twitter.

Moise diketahui memenangkan pemilu putaran kedua tahun 2016, namun tidak bisa dilantik hingga tahun 2017 karena krisis pemilu. Masa jabatan presiden di Haiti diketahui mencapai lima tahun.

Saksikan video ‘Bentrok Polisi Vs Demonstran di Unjuk Rasa Tuntut Mundur Presiden Haiti’:

[Gambas:Video 20detik]



KOMENTAR