CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Tawarkan Layanan Threesome, ‘Real Pasutri’ di Sumsel Ditangkap

Jakarta

Polisi mengungkap kasus dugaan pornografi di Palembang, Sumatera Selatan. Sepasang suami-istri ditangkap.

“Hari ini kita melakukan ungkap kasus pornografi. Pelakunya adalah sepasang suami-istri yang diduga memanfaatkan media sosial Twitter untuk memberikan pelayanan seksual,” kata Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

Pasangan suami-istri berinisial PR dan SM itu diamankan di sebuah hotel di Palembang pada Sabtu (6/2) kemarin. Mereka menamai diri di media sosial ‘real pasutri’.

“Pasutri ditangkap Unit PPA sabtu kemarin. Mereka yang menamai dirinya ‘real pasutri’ ini memberikan pelayanan kepada pria hidung belang untuk servis semacam threesome,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat mengatakan, kedua pelaku merupakan warga Ogan Komering Ilir (OKI). Mereka ditangkap usai anggotanya berpura-pura melalukan transaksi terhadap kedua pelaku di salah satu hotel di Palembang.

“Setelah barang bukti cukup, unit PPA yang di pimpin Kasubnit, Iptu Pipin Sumailan langsung bergerak dan mengamankan kedua pasangan suami istri tersebut di sebuah hotel,” kata Edi.

Penangkapan tersebut, kata Edi, bermula saat keduanya menawarkan diri di Twitter untuk melakukan hubungan seksual layaknya suami istri namun dilakukan bertiga (threesome). Tarifnya Rp 1 juta untuk sekali kencan.

“Informasi yang didapatkan para pelanggan kedua pelaku rata-rata dari luar kota, seperti Jakarta dan daerah lainnya, dari pengakuan kedua pelaku bahwa aksi keduanya melakukan aksi threesome sudah dimulai pada bulan September 2020 lalu,” ujar Edi.

Pasutri PR dan SM ini turut dihadirkan dalam konferensi pers. Mereka tampak tertunduk dan mengakui perbuatannya.

“Setelah mendapatkan pelanggan dan harganya pas, saya dan istri saya langsung menuju Hotel di Palembang sesuai kesepakatan dengan pelanggan,” kata PR.

Terkait tarif yang ditawarkan, SM mengaku harga tersebut sudah disetujui oleh ia dan suaminya. SM juga mengaku terpaksa melakukan perbuatan tersebut untuk biaya operasi penyakit kanker yang tengah diidapnya.

“Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena untuk biaya operasi sakit kanker yang saya alami. Karena biayanya rumah sakit yang mahal saya terpaksa melakukan perbuatan tersebut, saya menyesal,” tutup SM.

(knv/knv)

KOMENTAR