CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Peristiwa di Alam Barzakh, Azab atau Nikmat Kubur?


loading…

Allâh Azza wa Jalla memberikan pemberitaan umum kepada seluruh makhluk, bahwa setiap jiwa akan merasakan kematian . Hanya Allâh Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Adapun jin, manusia, malaikat, semua akan mati.

Kematian merupakan hakekat yang menakutkan. Dia akan mendatangi seluruh orang yang hidup dan tidak ada yang kuasa menolak maupun menahannya. Maut merupakan ketetapan Allâh Azza wa Jalla . Ini adalah hakekat yang sudah diketahui. Maka sepantasnya kita bersiap diri menghadapinya dengan iman sejati dan amal shalih yang murni.

Lalu bagaimana yang akan dialami di alam kematian (alam barzaakh) ini? Adakah nikmat atau malah azab kubur yang diterima? Ustadz Abu Haidar As-Sundawy menjelaskannya dalam ceramah yang ditayangkan jaringan dakwah muslim Rodja TV, Sabtu kemarin. Menurutnya, apa yang dialami di alam barzakh (baik nikmat ataupun azab) sangat ditentukan oleh amal mereka ketika hidup di dunia. Orang yang dominan melakukan jenis kemaksiatan tertentu (misalnya berzina), maka berbeda azab kuburnya dengan orang yang didominasi oleh dosa ghibah, berbeda lagi dengan orang yang lebih dominan melakukan dosa makan riba.

Baca juga: 3 Perkara yang Mempercepat Dikabulkannya Doa

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda bahwa ada orang yang akan mati, lalu dia berwasiat kepada anak-anaknya, apabila dia mati bakarlah jasadnya dengan api sampai menjadi debu. Lalu sebarkan debu itu sebagian di lautan, sebagian di daratan, agar terkena hembusan angin lalu tersebar kemana-mana. Dia berharap akan selamat dari kondisi di alam kubur karena dia meyakini alam kubur dan dia takut menderita di alam kubur. Tapi apa yang terjadi?

فأمر الله البحر فجمع ما فيه، وأمر البر فجمع ما فيه، ثم قال: قم. فإذا هو قائم بين يدي الله،

“Allah perintahkan lautan untuk mengumpulkan kembali debu-debu yang disebarkan di lautan, Allah perintahkan daratan untuk mengumpulkan kembali debu-debu dari jasad tadi lalu disatukan. Lalu Allah berfirman: ‘Berdirilah kamu,’ dia pun berdiri kembali di hadapan Allah.”

Lalu Allah bertanya:

ما حملك على ما فعلت؟



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *