CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Tantangan Politik Luar Negeri RI di Asia Pasifik

CORONG ­čöŐ

Oleh A Kurniawan Ulung*

SITUASI ekonomi, politik, dan keamanan di Asia Pasifik semakin tidak pasti setelah kawasan dihantam pandemi Covid-19.

Namun, di tengah ketidakpastian ini, pendekatan multilateral yang dikedepankan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden diharapkan mampu menurunkan tensi konflik di kawasan, terutama di Laut China Selatan, karena area ini ikut menentukan perdamaian dan stabilitas keamanan negara anggota, termasuk Indonesia.

Akan tetapi, konflik Laut China Selatan bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam politik luar negerinya.

Baca juga: Di Forum Ekonomi Dunia, Menlu Retno Bicara Keadilan dan Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

Tantangan perdamaian

Indonesia sedang menghadapi sejumlah tantangan untuk menciptakan perdamaian dunia dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia.

Pertama, ketegangan yang kembali memanas di Laut China Selatan. Pada akhir Januari, misalnya, pemerintah China secara sepihak menerbitkan undang-undang baru terkait kewenangan penjaga pantainya di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Aksi tersebut langsung memicu Filipina melayangkan nota protes diplomatik karena penjaga pantai China kini memiliki wewenang lebih untuk menghancurkan bangunan negara lain dan menembak kapal asing di perairan yang diklaim China.

Ketegangan ini menunjukkan masih rendahnya rasa saling percaya antara negara-negara yang terlibat dalam konflik Laut China Selatan. Dilema keamanan bisa kembali mendorong China kembali menggelar latihan militer di perairan yang diklaimnya.

Tahun lalu, China melakukan latihan militer selama lima hari di perairan sengketa dekat Kepulauan Paracel sebagai aksi balasan atas tiga latihan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya, Jepang dan Singapura.

( MAR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *