CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Kemenag Minta Santri Ponpes di Lebak Patuhi Protokol Kesehatan


Merdeka.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta santri di berbagai pondok pesantren di daerah itu mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan pandemi Covid-19.

“Kami menerima informasi adanya santri yang terpapar Covid-19 itu,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak Akhmad Tohawi di Lebak, dilansir Antara, Sabtu (6/2).

Kemenag Lebak saat ini berupaya agar santri di lingkungan ponpes tidak terpapar Covid-19. Selama ini, Ponpes Salafi maupun modern memiliki kewenangan dan kebijakan sendiri untuk menyelenggarakan proses pembelajaran.

Oleh karena itu, pihaknya menyelenggarakan rapat antarpejabat di lingkungan Kemenag Lebak guna pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19. Jumlah ponpes di Lebak di atas 1.800 unit dengan santri ribuan orang tersebar di 28 kecamatan.

“Kami sepakat hasil rapat itu semua santri wajib mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi (5M) guna mengantisipasi pandemi,” katanya.

Ketua Pimpinan Ponpes Al Falah Desa Sukadaya, Kabupaten Lebak K.H. Shohibudin mengatakan pihaknya memperketat protokol kesehatan sehingga sampai dengan saat ini belum ditemukan santri maupun guru teridentifikasi positif Covid-19.

Proses pembelajaran di pesantren itu menerapkan protokol kesehatan dengan 5M, sedangkan proses pembelajaran tatap muka setiap kelas hanya 10 siswa dengan sistem bergiliran untuk antara perempuan dan laki-laki. Begitu juga pengunjung yang hendak masuk pesantren terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan harus melengkapi diri dengan hasil tes cepat yang nonreaktif Covid-19.

“Kami memperketat protokol kesehatan untuk memutus mata rantai corona itu,” katanya.

Kepala Pengawasan Covid-19 Kabupaten Lebak Dartim mengatakan pemerintah daerah saat ini memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pengendalian pandemi. Selama ini, kasus Covid-19 di daerah itu terus meningkat sehingga perlu dilakukan pengendalian secara berkelanjutan, di antaranya masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Kami minta semua warga harus mampu disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan dengan 5M,” katanya. [eko]





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *