CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Tidak Ada Gerakan LGBT di Turki, Lawan Politik Tunggangi Demo Mahasiswa

CORONG ūüĒä

ANKARA, KOMPAS.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh lawan politiknya berada di balik protes mahasiswa, yang selama sebulan ini mengguncang pemerintahannya.

AFP  pada Jumat (5/2/2021) melaporkan Erdogan setiap hari melancarkan serangan verbal kepada demonstrasi yang semakin membesar dan mengakibatkan ratusan penangkapan minggu ini.

Sebagian besar dari mereka yang ditahan telah dibebaskan. Tetapi tindakan keras tersebut telah menghambat upaya tentatif Erdogan memperbaiki hubungan Turki dengan sekutu Barat, yang diperlukan untuk menghadapi masalah ekonomi parah di dalam negeri.

Gerakan protes dimulai ketika Erdogan memutuskan menunjuk seorang loyalis partai sebagai rektor Universitas Bogazici elite Istanbul pada awal tahun ini.

Tapi sejak itu protes meluas, hingga mencakup dukungan dari beberapa kekuatan politik kiri dan kelompok organisasi.

Baca juga: Erdogan Isyaratkan Bakal Buat Konstitusi Baru untuk Turki

Debat lesbian, gay, biseksual, dan transgender ( LGBT) juga menjadi pusat badai politik di Turki sebulan terakhir.

Isu itu muncul setelah Erdogan mengecam mahasiswa karena menggantungkan karya seni di dekat kantor rektor, yang menggambarkan gerakan bendera pelangi di situs paling suci Islam Mekkah.

Erdogan mengatakan aksi unjuk rasa yang menyebabkan puluhan orang ditahan di Istanbul dan kota-kota besar lainnya pada Kamis (4/2/2021) tidak didorong oleh para pelajar.

Dia menuding itu secara ilegal di dorong tokoh pimpinan militan Kurdi dan “beberapa sarjana”.

“Acara di Bogazici tidak ada hubungannya dengan siswa kami di sana,” kata Erdogan setelah menghadiri shalat Jumat di Istanbul.

( MAR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *