CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Indonesia mengalami resesi ekonomi terburuk sejak krisis tahun 1998

ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/9/2020). Indonesia mengalami resesi ekonomi terburuk sejak krisis tahun 1998.

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi Covid-19 memukul telak perekonomian negara-negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan ekonomi negara kita berada di zona negatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia tahun lalu berkontraksi atau minus 2,07% year on year (yoy), sekaligus membawa resesi ekonomi pertama kali sejak tahun 1998. Tahun 1998, ekonomi Indonesia -13,16% yoy akibat krisis moneter.

“Pandemi ini betul-betul membawa kontraksi yang sangat buruk,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers, Jumat (5/2).

Data BPS menunjukkan, hampir semua kelompok pengeluaran pembentuk produk domestik bruto (PDB) mengalami kontraksi. Sumber kontraksi terdalam dari pembentukan modal tetap bruto atau investasi yang -4,95%.

Baca Juga: BPS ungkap faktor penekan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020

Sepanjang tahun lalu, komponen investasi turun hingga 4,95% yoy. Penurunan investasi bisa terlihat pada penjualan semen domestik yang merosot hingga 10,38% yoy.

Tak hanya itu, volume penjualan kendaraan untuk barang modal menukik tajam 41,83% yoy. Lalu, nilai impor barang-barang modal melorot sejauh 16,73% yoy.

Menyusul investasi, konsumsi rumah tangga -2,63%. Pendorong kontraksinya adalah daya beli masyarakat yang masih rendah.

Sebab, penjualan eceran tercatat turun 12,03% yoy, impor barang konsumsi melorot 10,93% yoy, serta penjualan wholesale mobil penumpang dan sepeda motor anjlok masing-masing sebesar 50,49% yoy dan 43,54% yoy.

Demikian juga dengan kinerja ekspor yang turun 7,70% yoy. Adapun impor di sepanjang 2020 turun lebih dalam, mencapai 14,71% yoy.

Baca Juga: Cermati strategi pemerintahan Jokowi untuk dorong pertumbuhan ekonomi tahun 2021

Satu-satunya yang tumbuh positif dari sisi pengeluaran adalah konsumsi pemerintah. Data BPS memperlihatkan, konsumsi pemerintah tahun lalu tumbuh 1,94% yoy, meski melambat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya 3,26% yoy.

“Perlambatan pertumbuhan konsumsi pemerintah disebabkan perlambatan pertumbuhan belanja pegawai pada tahun 2020 yang tumbuh 1,18% yoy, lebih rendah dibanding tahun 2019 yang tumbuh 8,49% yoy,” jelas Suhariyanto.

Tahun lalu, pemerintah memang melakukan realokasi anggaran dan refocusing kegiatan pada belanja kementerian dan lembaga (K/L). Langkah ini untuk mendukung kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Penanganan dampak pandemi melalui Program PC-PEN mencakup berbagai sektor, yaitu kesehatan, perlindungan sosial, sektoral K/L dan pemerintah daerah, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM,) pembiayaan korporasi, serta insentif usaha.

Hingga akhir tahun lalu, realisasi anggaran PC-PEN total sebesar Rp 579 triliun. Tetapi, angka itu hanya 83,4% dari seluruh alokasi anggaran program tersebut mencapai Rp 695,2 triliun.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



MAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *