CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Cak Amir Resmikan Seminar LAZISNU Dalam Membangun Kemajuan Ekonomi Umat

CORONG – PALEMBANG 🔊 Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlathul Ulama (LAZISNU) Sumsel pada Selasa, (15-09-20) mengadakan acara seminar dan lokakkarya Membangun Sinergi Pemda dan Pelaku Usaha, CSO Serta Masyarakat Untuk Kemajuan Ekonomi Umat di Era New Normal di Hotel Santika Premier, Palembang.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PWNU Sumsel, KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd.I, Ketua LAZISNU Sumsel, Anwar Sadar dan Bupati Musi Banyuasin, H. Dodi Reza, Bupati Banyuasin, H. Askolani
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar SE yang diwakili oleh Asisten I, Antonius Leonardo serta moderator Dr. Husni Tamrin.

Ketua Lazisnu Sumsel, Anwar Sadat
dalam sambutannya, mengatakan bahwa seminar dan lokakarya ini dalam rangka membangun sinergitas antara kebijakan Pemerintah Daerah dengan masyarakat dalam membangun umat didalam Era New Normal Covid-19 karena ini merupakan satu persoalan yang luar biasa dimana turunnya ekonomi masyarakat dan terlebih lagi mengingat ada pesan dari Gus Dur bahwa “NU harus hadir dalam pembangunan ekonomi keumatan”.

“saya sampaikan terima kasih kepada pihak yang hadir karena keberpihakan kita terhadap perekonomian ini akan membawa dampak yang positif bagi umat. Kita tidak hanya selesai dari seminar ini saja tetapi setelahnya ada agenda yang akan kita munculkan untuk membangun kerja sama pemerintah dan pelaku usaha seperti pemasaran produk pertanian, perkebunan dan lain sebagainya. Dan saya juga sayangkan dalam hal ini ada beberapa undangan yang tidak bisa hadir seperti PT. Pusri, Bank Indonesia karena perusahan ini merupakan perusahaan plat merah yang bisa dirangkul untuk kerja samanya,” ujar Anwar Sadar.

Ketua PWNU Sumsel KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd.I atau Cak Amir ketika sambutannya sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa dalam kegiatan ini dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak serta peserta yang hadir. Dalam kaitan acara seminar ini tentunya dengan demikian diharapkan Lazisnu bisa menjadi contoh untuk lembaga-lembaga yang ada di NU Sumsel demi kebaikan ekonomi umat didalam menghadapi Virus Corona.

“semalam saya bermimpi didatangi oleh CORONA yang berpenampilan mirip wanita cantik dan dia berpamitan kepada saya, ini mimpi tapi seperti nyata, saya berkata kok pamitan sama saya, saya kan NU, wanita CORONA itu berkata karena Cak Amir NU maka saya berpamitan. Itulah sekilas mimpi saya semalam dan pada intinya tentu kita berharap benar-benar Virus Corona ini bisa hilang,”

Seminar ini membahas bagaimana kerja sama antara Pemda dan masyarakat khususnya para pelaku usaha dapat diwujudkan di Sumsel. Karena banyak pelaku usaha sekarang ini sedang dihadapkan pada penyebaran virus Corona dapat meningkatkan usahanya baik sektor UMKM, pertanian, peternakan, pengrajin dan lain sebagainya mendapatkan perhatian berbagai pihak terutama pemerintah.

Bupati Musi Banyuasin, H. Dodi Reza saat diwawancarai memberikan komentar terkait acara itu mengucapkan terima kasih kepada PWNU Sumsel melalui LAZISNU mengundang dirinya dalam seminar dan ini merupakan kegiatan yang sangat baik serta kita akan siap bekerja sama dalam membantu perekonomian umat.

Bupati Banyuasin, H. Askolani turut memberikan pesan bahwa dirinya juga akan bersinergitas dengan pelaku usaha di Banyuasin untuk memgembangkan produk unggulan daerah yang dihasilkan oleh pelaku usaha guna meningkatkan ekonomi masyarakat dimasa pandemi sekarang ini.

Selain itu, Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar SE yang diwakili oleh Asisten I, Antonius Leonardo mengatakan permintaan maaf dari Bapak Bupati karena tidak bisa hadir dalam acara ini sebab adanya kedatangan Pangdam II Sriwijaya ke OKi. Sebenarnya Bupati sangat ini berkenan hadir tetapi tidak bisa, kepada Cak Amir beliau mohon maaf.

Acara yang tetap dalam aturan protokol kesehatan ini berjalan dengan lancar dan sukses dengan agenda kedepannya diharapkan ada rekomendasi dan kerja sama program pemerintah dengan masyarakat pelaku usaha guna meningkatkan ekonomi keumatan di Sumatera Selatan. (afan)

KOMENTAR