CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Diduga Tolak Pasien Melahirkan, RS. Musi Medika Cendikia Palembang di Demo LSM

CORONG – PALEMBANG ­čöŐ Puluhan orang dari anggota LSM Aliansi Pemuda Independen (API-Indonesia) mendatangi kantor Walikota Palembang untuk melakukan aksi demo terkait fungsi pelayanan RS. Musi Medika Cendikia Palembang yang diduga menolak seorang pasien yang ingin melahirkan di rumah sakit tersebut. Aksi demo ini dilakukan pada, Selasa (01/09/20) dan berjalan dengan aman serta kondusif karena mendapatkan kawalan dari personil aparat kepolisian.

Dalam orasinya, LSM Aliansi Pemuda Independen (API-Indonesia) yang dimotori oleh JP. Evanton sebagai Koordinator Pergerakan ini mengatakan bahwa pada tanggal 27 Juli yang lalu RS. Musi Medika Cendikia Palembang diduga telah menolak dan menelantarkan seorang ibu pasien darurat yang mau melahirkan tanpa adanya tindakan medis terlebih dahulu untuk menolong menyelamatkan pasien bersalin itu. Selain itu juga pihak RS. Musi Medika Cendikia Palembang tidak memfasilitasi pasien agar dirujuk ke rumah sakit lainnya dengan alasan bahwa hasil tes Rapid pasien bersalin tersebut Reaktif Covid-19. Akan tetapi, ketika pihak keluarga membawa pasien ini ke rumah sakit lainnya (tanpa rujukan) ternyata hasil Rapid tesnya Negatif.

Untuk itulah sebagai tuntutannya LSM Aliansi Pemuda Independen (API-Indonesia) mendesak Pemerintah Kota Palembang melalui Walikota untuk menindak tegas atau menutup RS. Musi Medika Cendikia Palembang yang terindikasi tidak memberikan fungsi pelayanan kesehatan yang baik sebagaimana layaknya sebagai rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa pasien tanpa menolaknya. Kemudian massa aksi juga mempertanyakan kelayakan alat kesehatan di rumah sakit tersebut.

JP. Evanton selaku Koordinator Aksi saat diwawancarai wartawan mengatakan bahwa dirinya mewakili massa aksi meminta kepada Walikota Palembang untuk menindak tegas pihak RS. Musi Medika Cendikia Palembang yang terindikasi menelantarkan ibu yang mau melahirkan tanpa ada usaha untuk menyelamatkan pasien dengan alasan hasil tes Rapid pasien bersalin itu Reaktif Covid-19.
“inikan menyangkut nyawa manusia, seorang ibu hamil yang mau melahirkan kok ditolak di rumah sakit dengan alasan reaktif Covid-19. Rumah sakit sebagai salah satu pelayanan kesehatan dilarang menolak pasien dalam keadaan darurat serta wajib memberikan pelayanan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Dari RS. Musi Medika Cendikia Palembang, kemudian pihak keluarga membawa pasien ke rumah sakit yang lain dan ternyata hasil tesnya negatif. Inilah dasar kami mengadukan persoalan itu kepada Walikota dan alhamdulillah kami diterima oleh pihak Pemkot Palembang untuk dengar pendapat”, ujar Evanton mengatakan.

Selain itu, pihak RS. Musi Medika Cendikia Palembang melalui Humas dan disampaikan oleh petugas keamanannya saat dimintai keterangan terkait aksi demo itu mengatakan kepada awak media bahwa untuk persoalan demo itu silahkan menghubungi Dinas Kesehatan karena beritanya sudah masuk ke Dinas Kesehatan Kota Palembang. ( Afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *