CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Ramliyanto, SB SRI : kami akan turun ke jalan lagi.

CORONG – PALEMBANG ­čöŐ Serikat Buruh Sriwijaya (SB SRI) kembali melayangkan Surat Nomor: 0015.A/DPP SB-SRI/2020/PLG tentang Indikasi Pelanggaran Hak-hak Normatif ke PT.Intan Prima Kolorindo.

Sebelumnya, pada tanggal 26 Februari 2020, Serikat Buruh Sriwijaya telah melayangkan Surat Nomor: 0011.A/DPP SB SRI/2020/PLG tetang Indikasi Pelanggaran hak-hak Normatif karena tidak mendapatkan respon Tanggal 4 April 2020.

PT.Intan Prima Kolorindo adalah sebuah Perusahaan dibidang  jurusan teknik penukar panas, manufaktur, instalasi dan pemeliharaan pada tahun 2017. PT.Intan Prima Kolorindo mendapatkan Proyek pengerjaan AIR HEATER di PLTU Bukit Asam Unit 3 dan 4 dengan nilai Proyek senilai kurang lebih Rp.36.030.000.000, -.

Dalam pengerjaan proyek tersebut PT.Intan Prima Kolorindo mempekerjakan karyawan diduga mengesampingkan Undang-undang tentang ketenagakerjaan diantaranya Undang-undang No 13 tahun 2003, Undang-undang No.7 tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan dan Undang-undang No 1 Tahun 1970 tetang Keselamatan Kerja.

Atas dugaan tersebut karena PT.Intan Prima Kolorindo tidak sama sekali merespon lalu Serikat Buruh Sriwijaya membuat Pengaduan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sumatera Selatan melalui Surat nomor: 0036.A/DPP SB-SRI/2020/PLG atas pengaduan tersebut melalui Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Propinsi Sumatera Selatan telah melakukan Pemanggilan terhadap Direktur Utama PT.Intan Prima Kolorindo pada hari Jumat tgl 8 Juli 2020, dan Panggilan Surat Nomor : 057/2328/Nakertrans/2020 tersebut hanya dihadiri oleh utusan pihak Kuasa Hukum PT.Intan Prima Kolorindo dengan tidak membawa data-data sebagai mana yg dibutukan dalam acara Pemeriksaan sedangkan Direktur Utama PT.Intan Prima Kolorindo sendiri tidak dapat hadir.

Hal ini guna Pemeriksaan atas Pengaduan Dugaan indikasi Pelanggaran Undang-undang Ketenagakerjaan yang dilakukan Serikat Buruh Sriwijaya maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sumatera Selatan dalam hal ini Pengawasan akan memanggil kembali Direktur Utama PT.Intan Prima Kolorindo untuk yang kedua kalinya dengan membawa data-data guna Pemeriksaan.

Sedangkan penjelasan dari Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sumatera Selatan melalui Pengawasan terkait Pengaduan Serikat Buruh Sriwijaya jika dalam Pengaduan tersebut terbukti Perusahaan melanggar yg diduga maka kami akan melakukan Penindakan sesuai hukum yang berlaku, jika terdapat sanksi Pidana ketenagakerjaan kami pun jelas akan membawa keranah pro justitia dan jika ada Pelanggaran tentang K3 dapat juga dilakukan Penutupan operasi sementara, tentunya akan kami tindak dengan serius.

Selanjutnya atas Pengaduan yang dilakukan oleh Serikat Buruh Sriwijaya tersebut, Ramlianto selaku Ketua menjelaskan jika Perusahaan tidak komperatif dan menghadirkan Direktur Utama maka kami akan melakukan upaya aksi turun ke Jalan mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan dan mendatangi juga Kejaksaan Tinggi meminta agar pihak Pemerintah dan Kejaksaan Tinggi melakukan investigasi tentang penyerahan Proyek pengerjaan AIR HEATER di PLTU Unit 3 dan 4 karena sangat beralasan untuk meminta Pemerintah dalam hal ini Gubernur dan Kejaksaan untuk turun tangan sebab Proyek dengan nilai Rp.36.030.000.000, – hak-hak buruh banyak yang dilanggar, diantaranya, Kekuranngan Upah, Kelebihan Jam kerja tidak dibayar lembur belum lagi Para Pekerja tidak di ikut Sertakan dalam Program Jamsostek. (rilis:red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *