CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Terkait Covid-19 KOMPAS RI Diskusi Peduli Dunia Kesehatan di Sumsel

CORONG – SUMSEL ­čöŐ Koalisi Masyarakat Peduli Dunia Kesehatan Republik Indonesia ( KOMPAS RI) mengadakan Diskusi dan Press Confrence terkait Gugatan Hukum Kasus Keluarga Korban yang diduga dirugikan pihak Rumah Sakit sebagai bagian dari Seksi Percepatan Penanganan Covid-19 dalam hal Dugaan Perbuatan Melawan Hukum Penanganan Covid-19.

Acara yang di usung oleh KOMPAS Republik Indonesia ini banyak menyedot perhatian kalangan masyarakat terutama unsur aktivis Sumsel yang sempat meramaikan acara di Guns Cafe Kambang Iwak Palembang, pada Selasa (30/6/20) itu.

Turut hadir Tim SHS LAW FIRM, DPW PPMI Sumsel, DPD APDESI Sumsel, Jubir DPD RI Dapil Sumsel, HMI Palembang, dan sejumlah aktivis. Dengan di moderatori oleh Jhon Kenedy, acara itu mengundang respon terutama dari Ketua Tim SHS Law Firm Sofhuan Yusfiansyah yang merupakan Kuasa Hukum keluarga Almahum Hj Sukowati (korban covid).

Sofhuan ketika diwawancarai mengatakan, gugatan tersebut ditujukan pada Ketua Satgas Gugus Tugas COVID-19 PALI, Direktur RS Talang Ubi Kabupaten PALI dan dua dokter yang menangani pasien Hj. Sukowati saat dalam perawatan. Digugat dengan tudingan melakukan perbuatan melanggar hukum terkait penetapan dan penerapan protokol kesehatan pada pemakaman korban yang divonis COVID-19 oleh pihak terkait.
Gugatan telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Muaraenim dan menggugat para tergugat untuk mengganti kerugian materil yang dialami keluarga korban sebesar Rp600 juta, dan kerugian inmateril sebesar Rp100 miliar.

“ini bukan gertak sambal, karena gugatan sudah kita daftarkan dan kita juga sedang merancang akan menggugat struktur negara, mulai dari Presiden hingga kepala daerah terkait persoalan penanganan pandemi COVID-19 ini,” ujar Sofuan.

Sementara itu, Koordinator Tim Litigasi Posko Pengaduan KOMPAS RI, Thabrani menambahkan, keluarga alm. Hj Sukowati merupakan satu dari sejumlah pihak yang mengklaim sebagai korban dari proses penanganan COVID-19 yang merasa dirugikan dan melapor ke posko pengaduan yang dibentuk pihaknya.

Pada kesempatan yang sama, Hilmin, S. Pd.I, M. Pd.I, selaku Jubir Eva Susanti anggota DPD RI dapil Sumsel turut berkomentar bahwa Ibu Eva Susanti turut memberikan perhatian dan bantuan penanganan kasus Covid di Sumsel. Silahkan datang ke kantor DPD RI, disana ada posko pengaduan yang kami bentuk dan sudah ada beberapa korban yang mengadu dan kita advokasi untuk diberikan bantuan.

“saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumsel, sekiranya ada permasalahan Covid, jangan ragu untuk ke kantor perwakilan DPD RI, disana ada posko bantuan jika mengalami kejadian serupa yang dialami oleh para korban Covid. Untuk masyarakat jangan takut, silahkan melapor langsung atau melalui hotline dengan membawa berkas-berkas ,” ujar Hilmin, S. Pd.I, M. Pd.I menambahkan.

Salah satu Anak Korban alm.Hj. Sukowati yakni Hj. Eka Camelia saat diwawancarai mengatakan orang tuanya memang mempunyai riwayat penyakit diabetes pada 2015 sampai meninggal. Diakuinya, ibunya sering keluar masuk rumah sakit umum PALI, dan terakhir diperiksa Tim Medis masuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) hal itu berdasarkan hasil rontgen yang mengambarkan di paru-parunya ada flek hitam.

Pihak keluarga sempat kaget setelah dinyatakan positif Virus Corona dan akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga juga pernah mendapat ancaman jika tidak mengikuti standar pemakaman protokol kesehatan maka dianggap menentang pemerintah dan akan dibawa ke ranah hukum. Tuturnya mengatakan

Eka berharap kepada Pemerintah dan Penegak hukum supaya memperhatikan ini, karena keluarga dikucilkan masyarakat dan dijauhi serta hasil berdagang menurun drastis. Dirinya meminta agar ada pemulihan nama baik yang ditimbulkan dari vonis yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 di Kabupaten PALI. (afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *