CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Beberapa Wali Murid Kecewa Hasil Tes PPDB SMP di Palembang

CORONG – PALEMBANG πŸ”Š Pengumuman hasil tes seleksi PPDB jalur prestasi untuk SMP di Palembang pada Rabu (24/06/20) menuai kritik dan membuat sejumlah wali murid kecewa pasalnya wali murid tersebut tidak tahu kalau pengumumannya dipercepat.

Seperti diutarakan oleh Robiah, salah satu wali murid, saat dimintai keterangan oleh media terkait itu mengatakan dirinya kecewa atas pengumuman hasil tes PPDB di SMPN 43 Palembang. Pengumuman itu terkesan dipercepat tanpa ada info pihak sekolah kepada wali murid.

“selaku wali murid yang mendaftarkan anak ikut tes di SMPN 43 hanya diberi tahu dari sekolahan bahwa hasil tes akan diumumkan pada Kamis (25/06/20) tetapi pada hari Rabu saya sudah mendapatkan hasil tes itu dan saya kecewa”, ujarnya.

Salah satu orang tua wali murid lainnya yang tidak mau disebutkan namanya berinisial BR saat dimintai keterangan mengatakan bahwa pada awalnya mendaftarkan anak ke SMPN 43 lewat jalur zonasi tetapi tidak lulus, padahal dirinya sangat layak ikut melalui jalur Afirmasi saja karena syarat untuk dijalur itu sudah dia miliki.

“saya kecewa karena sekolah asal dan sekolah tujuan tidak ada koordinasi untuk meneliti kembali berkas-berkas siswa kurang mampu, dimana seharusnya anak saya itu ikut seleksi melalui jalur Afirmasi tetapi diarahkan untuk ikut di jalur Zonasi. Jalur Zonasi terlalu jauh dari rumah sehingga tidak lulus seleksi, ikut di jalur prestasi juga tidak lulus, padahal jika melalui jalur Afirmasi saya cukup yakin anak saya bisa lulus”, ujar B menambahkan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Sutami Ismail. Sag, ketika dikonfirmasi melalui Whatsapp mengatakan mengenai PPDB tahun ini merasa prihatin atas kekecewaan dari wali siswa. Itu merupakan hal yang lumrah dan kita minta pihak sekolah untuk menjelaskan proses PPDB di sekolahnya, biar kekecewaan para wali siswa tadi dapat dipahami.

Untuk diketahui PPDB ini mengacu pada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim pada 10 Desember 2019. Berisi 44 pasal mengatur ketentuan PPDB dari persyaratan, jalur pendaftaran, Seleksi, dan Pengumuman. Kemudian mengatur tentang Pendataan ulang, Perpindahan peserta didik, Pelaporan dan pengawasan, hingga Sanksi.

Salah satu jalurnya adalah jalur afirmasi yang hanya diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga miskin dengan kuota 15% dan dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga miskin dari Pemerintah.

Kepala Ombudsman Sumsel M. Andrian saat dimintai keterangan terkait PPDB di Palembang mengatakan salah satu contoh mal administrasi adalah penyimpangan prosedur, harus dilihat lagi apakah SOP penentuan siswa melalui jalur afirmasi itu sudah terpenuhi syaratnya, maka sudah selayaknya siswa tadi di jalur afirmasi.

Dari awal kita sarankan, masyarakat yang memiliki persyaratan di jalur afirmasi, sebaiknya mendaftar dari jalur itu, tetapi mungkin karena kurang tersosialisasi dengan baik, akhirnya banyak juga yang mendaftar dari jalur Zonasi. Pada waktu proses pendaftaran Zonasi pun sempat terjadi gangguan, Ombudsman memanggil pihak Diknas untuk diminta keterangan. Kami Informasikan Ombudsman Sumsel membuka Posko Pengaduan PPDB 2020 di no WA 0811 970 3737.

Selain itu, Ahmad, Ketua LSM Garuda Merah saat dimintai keterangan mengatakan lembaganya sudah melaporkan ke Ombudsman Sumsel terkait PPDB di SMPN 43 Palembang karena diduga sarat dengan mal administrasi, pungli dan diduga di atur oleh oknum guru SDN 33 sebab 160 siswa SDN 33 diduga diarahkan oleh oknum guru berinisial M untuk masuk SMPN 43. Maka itu LSM Garuda merah meminta yang berwajib menindak tegas dugaan kecurangan ini.

Sementara itu, Kepala SMPN 43 Palembang, Dra. Rosdiana ketika dihubungi melalui ponselnya belum ada jawaban terkait pengumuman PPDB di sekolahnya.(afan)

KOMENTAR