Februari 25, 2021

corong

Menyampaikan suara menjadi lebih berarti

Ketua PWNU Sumsel Menghimbau Jangan Membakar Hutan Musim Kemarau Nanti

2 min read

CORONG – SUMSEL 🔊 Ketua PWNU Sumsel, KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd.I melaui media konten Youtube yang diunggah pada Jumat (12/06/20) memberikan pesan dan mengisyaratkan bahwa ketika curah hujan telah menunjukan intensitas yang cukup sedikit, maka bersiaplah musim kemarau akan berganti datang dengan mengeringkan banyak tempat di Sumatera Selatan nantinya. Dengan mengeringnya banyak tempat tersebut terutama kawasan hutan, lahan gambut dan perkebunan membuat banyak pihak terutama Pemerintah Provinsi dan Daerah cukup khawatir, karena mengingat kekeringan itu sendiri sering mengakibatkan terjadinya banyak kebakaran baik yang timbul secara alami maupun ada melalui campur tangan manusia yang sengaja membakarnya.

Sudah barang pasti dampak yang ditimbulkan apabila terjadinya kebakaran hutan, gambut dan perkebunan itu tentunya sangat merugikan, baik dari segi ekonomi, maupun rusaknya ekosistem serta terganggunya kesehatan banyak pihak yang akan merasakannya. Belum lagi hawa panas yang ditimbulkan dari kobaran api dan kepulan asap kebakaran itu menambah panasnya suhu musim kemarau di wilayah-wilayah tertentu serta akan adanya kiriman asap yang bisa menyebar kemana saja bahkan hingga ke negara tetangga terdekat.

Perlu diingat bahwa Pemerintah dalam hal ini tentunya sudah mempunyai langkah-langkah pencegahan kebakaran dengan melakukan berbagai macam pengawasan, melakukan sosialisasi dan menerapkan larangan serta hukuman bagi para pelaku pembakaran tersebut.

Untuk itulah Ketua PWNU Sumsel, KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd.I atau akrab disapa Cak Amir menghimbau kepada seluruh masyarakat di Sumatera Selatan serta Warga Nahdiyin agar supaya tidak membakar hutan dan lahan serta perkebunan karena merugikan banyak pihak, belum lagi akan mendapatkan sangsi hukum yang sangat berat.

“sudah sering daerah kita ini Sumatera Selatan mengalami kebakaran baik yang disengaja maupun tidak disengaja terhadap hutan, lahan dan perkebunan bahkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir bencana itu terus terjadi. Kita akui dan mengapresiasi kinerja pemerintah yang sudah maksimal melakukan pencegahan serta pemadaman tetapi semua itu terkesan hanya akan menghabiskan energi dan keuangan saja apabila masyarakat sendiri masih melakukan kegiatan pembakaran”, ujar Cak Amir.

Ketua PWNU Sumsel, KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd.I menambahkan bahwa kebakaran hutan, lahan gambut dan perkebunan itu tentu merugikan, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd.I dari mengutip dari ayat suci Al-Quran yang artinya
“telah nampak kerusakan didaratan dan dilautan karena perbuatan tangan-tangan manusia”. Karena itu dirinya menghimbau serta mengharapkan kepada seluruh masyarakat supaya bisa menjaga alam lingkungan dan jangan membuat kerusakan apalagi membakarnya. (afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *