CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Cak Amir Resmikan Lembaga Pengembangan Pertanian NU

CORONG – SUMSEL ­čöŐ Sebagai Ketua PWNU Sumsel untuk periode 2020-2025, KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd. I atau akrab disapa Cak Amir telah melakukan berbagai macam kegiatan eksternal organisasi. Kegiatan tersebut berupa aksi sosial terkait dampak yang ditimbulkan oleh Virus Corona (Covid – 19) yang melanda Provinsi Sumatera Selatan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini.

Untuk kegiatan internal organisasi, karena kepengurusan PWNU Sumsel dibawah KH. Amiruddin Nahrawi, M. Pd.I sekarang ini merupakan kepengurusan baru maka perlu dilakukan restrukturisasi organisasi termasuk membentuk lembaga yang ada dalam PWNU itu sendiri, termasuk salah satunya adalah pembentukan kepengurusan Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU Sumsel.

KH. Amiruddin Nahrawi saat diwawancarai dikantornya terkait pembentukan Lembaga ini, Selasa (02/06/20) mengatakan “saya KH. Amiruddin Nahrawi selaku ketua PWNU Sumsel mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT dimana alhamdulilah pada hari ini Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) sudah terbentuk dan diketuai oleh saudara Fauzi SE dan Wahyu Anita Sari sebagai sekretarisnya. Insyaallah lembaga ini akan maju dan bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas”, ujar Cak Amir.

Dalam pertemuan antar pengurus PWNU Sumsel dan Lembaga Pengembangan Pertanian tersebut turut dihadiri langsung Cak Amir Ketua PWNU, Ustad Syueb selaku Sekretaris PWNU, Anwar Sadat Ketua Lazisnu dan Fauzi SE sebagai ketua LPPNU, Wahyu Anita Sari serta Anwar Subhadanas dan Ahmad Rizal Nasution.

Fauzi SE selaku Ketua LPPNU saat dimintai keterangan mengatakan terima kasih banyak kepada Ketua PWNU, dimana dirinya telah diberikan amanah sebagai Ketua LPPNU Sumsel dan dirinya juga akan berusaha membawa lembaga ini kedepan supaya lebih baik.

“dengan adanya lembaga ini diharapkan bisa menjadi jembatan untuk memfasilitasi petani, pengusaha dan market sehingga petani bisa bersaing dari hasil pertaniannya. Selama ini petani hanyalah objek dari produksi dan tidak bisa menentukan nasibnya untuk mengembangkan hasil pertanian, dan kita berharap kepada PWNU kedepannya agar membuat BPR Syariah untuk mendukung permodalan petani sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada tengkulak. Selain itu perlu adanya akses pasar untuk mempermudah petani untuk menentukan harga serta menjual hasil pertaniannya sendiri. Untuk itulah LPPNU akan berusaha menjembataninya”, ujar Fauzi SE menambahkan.

Selain itu, Anwar Sadat Ketua Lazisnu Sumsel pada kesempatan yang sama ikut memberikan pernyataan bahwa akan selalu mendukung dan dirinya percaya bahwa LPPNU Sumsel dibawa pimpinan Ketua Fauzi SE akan semakin maju.

Menurut Anwar Sadar, basis produksi, yakni sumber utama kehidupan dan ekonomi warga Nahdiyin adalah petani. Hal ini dapat dilihat bahwa mayoritas Kaum Nahdiyin hidup di pedesaan yang menggantungkan hidupnya dari sumber pertanian. Memberdayakan petani juga merupakan pelaksanaan dari amanah Hadratussyaikh Kyai Hasim Ashari, yang menyampaikan perhatikanlah petani karna mereka adalah penyelamat Negeri.
Kelembagaan NU, di Bidang Pertanian, dalam hal ini Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) sangat diperlukan utk mendukung upaya dan usaha yang disebutkan di atas, yang dalam implementasinya secara internal dapat bersinergi dgn kelembagaan2 lainnya di NU, dan secara eksternal berkolaborasi bersama stake holder; pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi, dll, untuk mencapai misi pemberdayaan dan kesejahteraan petani.
Dalam hal tersebut, kami mendukung dengan terbentuknya PW LPPNU Sumsel.

Cak Amir menambahkan dengan mengatakan bahwa adapun pembentukan LPPNU ini bertujuan supaya bisa memanfaatkan aset-aset yang dimiliki oleh PWNU sebagai lahan pengembangan pertanian dan ini penting sekali bagi kemajuan NU Sumsel. Kita berharap agar Lembaga ini selalu memberikan yang terbaik dan memberikan manfaat kebaikan bagi masyarakat karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain, imbuh Cak Amir menambahkan. (afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *