CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Ditengah Corona Volume Transaksi Gadai Ternyata Mengalami Peningkatan

CORONG – SUMSEL ­čöŐ Dalam setiap hari selama masa pandemi Corona, PT. Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel mencatat adanya peningkatan transaksi nasabah disejumlah outlet Pegadaian khususnya yang tersebar di Kota Palembang. Apalagi sekarang ini dalam suasana bulan puasa ramadhan dan hampir menjelang hari raya Idhul Fitri, transaksi nasabah baik itu gadai maupun yang melakukan pelunasan gadainya mengalami peningkatan.

Hal ini seperti yang diceritakan oleh Eka Pebriansyah, selaku kepala Pegadaian Kantor Wilayah Regional III Sumbagsel saat dimintai keterangan dikantor Pegadaian, jalan Merdeka Palembang, pada Senin (18/05/20) mengatakan kepada wartawan bahwa disetiap outlet Pegadaian yang tersebar di Kota Palembang mencatat volume peningkatan yang relatif signifikan disetiap harinya baik itu transaksi gadai maupun yang melakukan pelunasan gadainya. Pada umumnya 90% nasabah menggadaikan perhiasan emas dan sisanya ada berupa mobil, sepeda motor dan elektronik.

“pada umumnya sekarang ini kita mencatat gadai emas yang lagi meningkat karena memang harga emas mencapai level sedang tinggi-tingginya, sehingga masyarakat bisa mendapatkan jumlah pinjamannya lebih besar, dan jumlah aset Pegadaian pun yang masuk sekarang ini paling banyak dalam bentuk emas”, ujar Eka Pebriansyah.

Untuk menyikapi peningkatan tersebut, Pegadaian membuat suatu program bernama Gadai Peduli yang mana pada penerapannya kita melakukan terobosan berupa gadai bebas bunga, khusus pinjaman dibawah 1 juta kita bebaskan dari bunga sehingga bisa meringankan nasabah untuk membayarkan kembali kewajibannya dan ini tentu tidak memberatkan nasabah.

Selain itu, untuk sekadar informasi bagi nasabah dan terbuka untuk umum, apabila jaminan nasabah yang jatuh tempo yang sudah melewati masanya dan tidak diambil lagi oleh nasabah maka akan dilakukan proses lelang. Untuk proses pelelangan barang Pegadaian biasanya dilakukan disetiap masing-masing unit yang dilakukan tiap satu bulan dua kali yang di publis oleh unit-unit tersebut dan boleh diikuti oleh umum. Intinya yang dilelang adalah jaminan nasabah yang jatuh tempo yang sudah melewati masanya dan yang tidak diambil oleh nasabah, ujar Eka Pebriansyah menambahkan.(afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *