CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Ketua DPRD Sumsel RA. Anita Noeringhati Tanggapi Rencana PSBB di Dua Kota Sumsel

CORONG – SUMSEL ­čöŐ Ketua DPRD Sumsel RA. Anita Noeringhati menanggapi terkait PSBB di 2 Kota Sumatera Selatan, menurutnya berdasarkan SK Menkes hanya di bahas secara global saja bahwa permohonan PSBB Kota Palembang dan Kota Prabumulih untuk penerapan PSBB disetujui namun yang dilarang dan diperbolehkan tidak diatur dalam SK tersebut. Oleh karena itu Gubernur Sumsel, H. Herman Deru memberikan waktu paling lambat seminggu berkas untuk aturannya sudah ada di Meja Gubernur karena lebih cepat lebih baik agar Perwali itu lebih cepat di evaluasi dan di sosialisasikan kepada masyarakat.

“karena saya juga memahami Gubernur Sumsel juga meminta aspek sosial dan budaya terutama aspek ekonomi dan kesiapan pangan serta lebih diutamakan untuk kedua kota di Sumsel yang akan menghadapi PSBB untuk lebih terbuka bahkan Gubernur juga menyampaikan bahwa apabila anggaran itu tidak mencukupi maka kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan siap mensupport”.

Bahkan Anita Noeringhati meminta kepada kedua Kota tersebut dapat menerapkan PSBB di bawah H+2 karena berdasarkan perkembangan pasien yang terpapar Virus Covid 19 ini semakin meningkat sementara Perwali belum disiapkan sama sekali kepada Gubernur agar bisa dievaluasi.

Namun Anita meminta waktu untuk mempertanyakan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan apakah Perwali tersebut sudah disampaikan.

Kalau memang sudah disampaikan maka Perwali tersebut dapat segera di sosialisasikan sambil menunggu evaluasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara persuasif kepada masyarakat.

Selama Ini, masyarakat Kota Palembang khususnya mendapatkan informasi apabila tidak menggunakan masker maka akan di karantina selama 1×24 jam.

Sementara masyarakat belum banyak mengetahui yang mana ruang usaha yang diperbolehkan kemudian juga bagaimana mengatur moda transportasi dan bagaimana yang lainnya yang diatur itu belum ada diharapkan sambil berjalan. Tegasnya

Saya juga mengkhawatirkan transmisi lokal ini dihasilkan dari mau ricuhnya masyarakat untuk mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan saya lihat kondisi pasar masih banyak terjadi kerumunan masyarakat walaupun menggunakan masker tapi terkesan masih berdesak desakan dan hal tersebut perlu kita antisipasi.

Anita Noeringhati berharap kepada masyarakat kalaupun PSBB itu diterapkan saya mohon kepada seluruh masyarakat di Dua Kota ini, ayolah kita disiplin dengan mengikuti himbauan Pemerintah dengan menjaga jarak, cuci tangan hidup bersih dan yang terpenting tidak usah keluar apabila tidak penting nian, pungkasnya. (afan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *