CORONG NUSANTARA MEDIA

Menyampaikan Suara berimbang menjadi lebih berarti

Bagaimana keadaan sektor Properti & Perumahan di Palembang disaat Pandemi.?

CORONG – SUMSEL ­čöŐ Kebijakan pemerintah dalam menangani Pandemi covid 19 berimbas ke banyak sektor ekonomi masyarakat. Masa keprihatinan ekonomi nasional ini juga dialami sektor perumahan dan property. Usaha bidang perumahan dan property
seperti jenis-jenis usaha lainnya mengalami pukulan depresi yang turun drastis.
Novrizal Handoko, pengamat & konsultan perumahan Nasional mengatakan ‘bahkan usaha bidang properti menjadi bidang yang paling merasakan dampak dari pandemi corona ini’ ujarnya ditemui dimeja kerja.

Lalu bagaimanakah keadaan properti dari berbagai sisi.

Lanjut beliau, dari sisi pengembang, pasar yang bisa dituju adalah pembeli rumah pertama dan investor yang memang memanfaatkan capital gain dari nilai properti yang dibeli.

Ditambahkan bung Nov, nama akrab di lingkaran pelaku property nasional ini, dari sisi pembeli yang mempunyai cadangan dana maka sebenarnya inilah saat yang paling tepat untuk membeli properti dengan memanfaatkan potongan harga yang jor-joran, bonus, kemudahan cara bayar dan lainnya, dengan membeli harga khusus yang dibawah pasar maka tentu saja selisih harga ketika keadaan normal kembali menjadi keuntungan yang berlipat untuk investor.

Saat ditemui redaksi corong, praktisi property di Sumsel ini berharap pemerintah melalui pihak perbankan memberikan beberapa stimulus seperti kemudahan proses, penyesuaian suku bunga KPR agar kepada pelaku pelaku ekonomi di bidang perumahan dan properti ini agar perputaran roda properti tetap bisa berjalan.

Hal ini senada disampaikan, M Fitriyansyah, atau disapa bung Mpit, ketua DPW ASPERI Sumsel 2014-2019, Asosiasi Pengembang Perumahan
Rakyat Seluruh Indonesia, kalaupun pemerintah nantinya memberikan stimulus pengusaha properti masih mengharapkan implemantasinya memang disosialisasikan dengan jelas, juga berharap adanya inspeksi pasar untuk menghindari permainan para spekulan agar harga material tetap terkendali. Serta proses kemudahan pemberian kredit bagi nasabah. (avir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *